Internet

Negara-negara Dengan Internet Terlambat di Dunia

3 Negara dengan kecepatan internet paling lambat di dunia – Perkembangan pemakai internet sekarang ini termasuk penting cepat, sebagai contoh netter Indonesia. Tetapi hal itu tak diimbangi dengan perkembangan tehnologi jaringan koneksi internet itu sebagai fasilitas, terutama pada negara-negara spesifik.

Sudah pasti, jika ada negara – negara dengan kecepatan koneksi internet diatas rata-rata, jadi ada juga negara-negara dengan kecepatan koneksi internet yang rendah (lemot).

Jadi satu diantara hal yang menyebalkan jika ada di satu tempat, daerah, kota atau negara dengan kecepatan koneksi internet yang rendah bukan? Tetapi, tidak bisa disangkal, kalau tak semuanya negara didunia ini mempunyai kecepatan koneksi internet yang bisa dibanggakan satu diantaranya saja negara tetangga kita yakni Malaysia.

Pada laporan “The State of the Internet”, oleh provider internet terkenal yakni Akamai sudah disusun daftar negara dengan persentase paling tinggi koneksi internet paling lemot. Untuk bikin daftar ini, Akamai menganalisa data dengan cara global berdasar pada lokasi, dimana persentase paling besar satu koneksi internet yakni 256 kbps sepanjang tiga bln. paling akhir th. 2011 lantas.

Serta tak kalah juga menurut laporan bloomberg “Google’s findings last month”, pada pengukuran kecepatan untuk terhubung halaman Situs pada computer desktop serta piranti mobile di 50 negara, berlainan.

Google melaporkan kalau pada desktop di negara paman sam yakni Amerika Serikat, untuk terhubung halaman satu Situs membutuhkan saat rata-rata 5, 7 detik, sesaat pada piranti mobile, membutuhkan saat akses internet yang lebih lama yakni rata-rata 9, 2 detik untuk berisi halaman situs itu.

Tersebut disini daftar negara yang mempunyai akses internet terlemot didunia seperti yang diambil dari merderka :

Malaysia

Malaysia adalah satu diantara negara berkembang dari Asia Tenggara, Malaysia menempati peringkat ke-10 sebagai negara dengan kecepatan internet rendah. Kecepatan koneksi internet di negara Jiran ini cuma sebesar 3, 2 Mbps.

Kazakhstan

Kazakhstan adalah negara yang koneksi internet terlambat ke dua lantaran internet mulai dipakai di negara ini mulai sejak th. 2001 silam. Meskipun disebutkan lambat, walau demikian jika dibanding th. lantas berlangsung penambahan sebesar 4, 2 % untuk kecepatan akses internet di negara Kazakhstan.
Indonesia

Internet nampak di Indonesia dengan cara resmi ‘dianggap’ ada mulai sejak th. 1983. Dari kurun saat yang cukup lama s/d th. 2014 ini, koneksi internet di Indonesia di rasa masihlah kalah cepat dengan negara negara lain.

Kecepatan koneksi internet di Indonesia menurut catatan Akamai cuma meraih 1, 5 Mbps. Tetapi, hal semacam ini termasuk bagus lantaran telah naik sebesar 13 % dibanding th. lantas.

Gaya Hidup

Terkuak, Gaya Hidup Boros dan Foya-foya

Henry VIII bukan merupakan Raja Inggris yang dikenal sederhana. Citranya yang terkenal sebagai anggota kerajaan berperut besar, telah membentuk pandangan publik akan Tudor — dinasti yang memerintah Inggris pada tahun 1485-1603.

Sebuah studi terbaru pun menunjukkan gaya hidup boros yang dilakukan Henry VIII. Hanya untuk memuaskan kegemarannya mengonsumsi minuman beralkohol, ia rela menghabiskan biaya hingga 6 juta pound sterling atau sekitar Rp 97 miliar per tahun.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (13/1/2017), kerajaan itu menghabiskan 600.000 galon bir per tahunnya, di mana orang-orang di istana bisa meminum 10 pint bir setiap harinya.

Minuman yang ia suguhkan untuk para tamu dan orang istana, disajikan bersama dengan hidangan daging yang memakan biaya hingga 3,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 56,5 miliar per tahunnya

Untuk menjamu tamunya, Henry menyajikan sejumlah daging yang tak biasa, termasuk hidangan seperti daging sapi, domba, babi, dan rusa.

Pengeluaran yang telah disesuaikan dengan perhitungan hari ini, mengerdilkan apa yang dikeluarkan Ratu Elizabeth II untuk menjamu makanan para tamunya, yakni sebesar 1,4 juta pound sterling.

Meski demikian, salah satu pengeluaran terbesarnya adalah perceraiannya dengan Anne of Cleves pada 1540. Sejarawan memperkirakan ia harus membayar 3.000 pound sterling per tahun selama Anna hidup.

Jika diubah dengan perhitungan saat ini, perceraian tersebut berharga 29.630.000 pound sterling atau sekitar Rp 479 miliar.

Henry bukan satu-satunya keluarga kerajaan Inggris yang menikmati belanja kerajaan mewah. Edward I menghabiskan tiga per empat pendapatan tahunannya untuk membangun Kastil Beaumaris di Anglesey, Wales, pada 1290.

Penulis dan sejarawan Guy Walters, menyebut pengeluaran istananya dengan “jumlah gila”. “Ini menempatkan pengeluaran terhadap Istana Buckingham dalam perspektif besar,” ujar Walters.

Di Kastil Kent, sebuah kolam seluas 32 meter persegi dibangun khusus untuk Edwards. Untuk memenuhi pemandian tersebut, dibutuhkan sekitar 10.500 galon air.

William I juga menghabiskan dompet kerajaan untuk membangun dan memperkuat benteng-benteng, menyusul adanya Pertempuran Hastings.

Dalam 20 tahun pemerintahannya, ia membangun 500 istana. Berdasarkan upah minimum Inggris, William ditaksir menghabiskan 115,2 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,8 triliun selama dua dekade hanya untuk membayar pekerja konstruksi.

Seperti pendahulunya, Elizabeth II juga menghabiskan 37 juta pound sterling untuk merestorasi kebakaran Kastil Windsor pada 1992, di mana jumlah tersebut setara dengan 60 juta pound sterling (Rp 970 miliar) pada hari ini.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa keluarga kerajaan sangat senang menghabiskan uang untuk menggemukkan dan membuat diri mereka mabuk,” kata Walters.

“Dalam banyak cara, kehidupan monarki di masa lalu serupa dengan diktator hari ini. Mereka menyukai pembangunan yang menunjukkan kesombongan dan makan serta minum. Mereka sangat suka pamer dan menghabiskan uangnya,” imbuh dia.

Penyelidikan tersebut menandai dirilisnya sebuah serial televisi baru yang disiarkan di saluran Yesterday, Castles: Britain’s Fortified History.

General Manager Yesterday, Adrian Wills mengatakan, program tersebut menawarkan wawasan menarik ke dalam kastil-kastil megah dan tempat mereka dalam budaya Inggris.

“Penonton dapat melacak dampak kastil terhadap sejarah kita, seni dan sastra,” ujar Wills.

 

sumber: http://freeislamtv.com/terkuak-gaya-hidup-boros-dan-foya-foya-raja-inggris/