Wisata

Melihat Bangunan Bergaya Luar Negeri di Jogja

Di negara-negara Eropa dan China, terdapat banyak arsitekturnya yang megah, unik, dan artistik. Demi melihat keindahan bangunan di luar negeri tersebut, banyak turis Indonesia yang antri untuk booking tiket pesawat internasional ke sana.

Namun bagi kamu yang belum dapat melakukan booking tiket pesawat internasional ke luar negeri, tak perlu merasa cemas. Soalnya, Indonesia pernah diduduki negara asing selama berabad-abad lamanya seperti Belanda dan Portugis. Negara-negara tersebut tidak hanya menjajah Indonesia di masa lalu, tapi meninggalkan jejak bangunan bersejarah dengan gaya arsitektur khas Eropa yang bernilai seni tinggi.

Tak hanya negara-negara Eropa, orang-orang China pun banyak yang tinggal di Indonesia, bahkan hingga sekarang dan mewariskan bangunan dengan pengaruh budaya Tiongkok yang kental. Beberapa diantaranya terdapat di Yogyakarta. Jadi kalau ingin melihat kemegahan bangunan yang diwarisi para pendatang dari luar negeri kamu hanya perlu membuat rencana liburan ke Kota Gudeg dan kunjungilah tempat-tempat bersejarah berikut ini.

  • Benteng Vredeburg

Source: travel.kompas.com

Benteng yang dibuat oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1765 di pusat Kota Yogyakarta. Lokasi sangat berdekatan dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Benteng ini dibuat atas persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Demi membangun benteng pertahanan ini, Belanda memberikan iming-iming kepada orang-orang kraton dengan menyebut bahwa pembangunan benteng Vredeburg bertujuan untuk melindungi kraton dari serangan musuh. Padahal, Belanda juga punya rencana untuk mengawasi segala aktifitas di kraton. Melihat kemajuan yang terjadi di dalam kraton, Belanda khawatir akan terjadi perselisihan antara Kesultanan Yogjakarta dengan pemerintah Belanda sehingga bisa membuat mereka harus angkat kaki dari sana.

Sekarang, benteng yang sudah beralihfungsi menjadi museum ini jadi spot favorit untuk berfoto. Dengan bangunan bernuansa klasik, Benteng Vredeburg pun mampu menghadirkan suasana vintage yang kental. Sedangkan di dalamnya, terdapat koleksi yang menjelaskan tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah. Dengan suasana klasik khas Belanda yang kental,s erta harga tiketnya yang murah, Museum Benteng Vredeburg jadi tempat favorit yang selalu dipenuhi wisatawan saat waktu libur tiba.

  • Kotabaru

Source: otonomi.co.id

Meskipun bernama Kotabaru, rupanya kawasan yang berada di timur Laut Malioboro ini adalah kota tua yang pernah dibangun oleh Belanda pada di jaman dulu. Pada tahun 1920an, kawasan Insdische Kotabaru berkembang sangat pesat sebagai kawasan hunian baru orang-orang Belanda karena semakin padatnya pemukiman di wilayah Loji Kecil.

Di kawasan yang juga dikenal dengan sebutan Nieuwe Wijk ini, berdiri bangunan-bangunan megah dengan arsotektur bergaya Belanda, seperti Gereja Santo Antonius, Gedung Kolese Santo Ignasius, Gereja KHBO, gedung sekolah, kantor asuransi, Gedung Museum Sandi, Kantor Balai Bahasa, dan masih banyak lagi. Kawasan Kotabaru ini dibangun dengan konsep Garden City sehingga sangat tertata rapi dan nyaman untuk ditinggali. Jadi kalau kamu ingin merasakan suasana Belanda di jaman dulu, datang saja ke Kotabaru.

  • Stasiun Tugu

Source: keretaapikita.com

Stasiun yang berada di pusat Yogyakarta ini adalah akses paling ramai untuk masik ke Kota Gudeg, Dahulu, stasiun yang dibangun pada era pendudukan Belanda ini adalah bagian dari perkembangan pembangunan sistem transportasi di tanah Jawa. Di tahun 1864, Gubernur Jenderal Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van Belle jadi orang yang meletakan batu pertama untuk pembangunan rel kereta api pertama di tanah Jawa, jalur yang dikelola oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maarschappij ini akhir beroperasi pada tahun 1867 untuk menghubungkan Kota Semarang dengan Tanggung, Surakarta. Jalur ini pun diteruskan sepanjang 166 km ke Kota Jogja. Stasiun Lempuyangan pun mulai beroperasi di tahun 1872 untuk menghubungkan Semarang-Jogja. Kemudian, perkembangan jalur kereta api di Jawa dilanjutkan dengan pembangunan stasiun Tugu pada tahun 1887.

Sebagian bagian dari peninggalan Belanda, stasiun rakyat yang dulunya sangat kecil ini memiliki pilar-pilar megah bergaya Belanda yang sangat mencolok. Kini, Stasiun Tugu berubah menjadi stasiun terbesar di Yogyakarta dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

  • Kampung Pecinan Ketandan

Source: regional.liputan6.com

Tak hanya memiliki kawasan yang kental dengan nuansa Belanda, Jogja juga punya kawasan Pecinan yang kental dengan nuansa Tionghoa. Namanya adalah Kampung Pecinan Ketandan yang berada di kawasan Malioboro. Asal muasal keberadaan orang TIonghoa di Jogja memang sulit untuk ditelusuri, tapi khusus untuk Kampung Petandan ini, sejarahnya dimulai dari kisah seorang anak bernama Tan Jin Sing yang tumbuh menjadi seorang Kapitan China di Jogja yang pandai. Berkat kepandaiannya, ia pun mendapatkan gelar Kanjeng Raden Tumenggung Secadiningrat dari Sri Sultan Hamengku Buwono III. Ia pun bertugas sebagai perwakilan Kraton untuk orang Tionghoa dan mendapat rumah di kawasan Ketandan.

Jadi sekarang, kamu tidak perlu sedih kalau belum bisa booking tiket pesawat internasional untuk melihat bangunan megah di luar negeri. Beberapa bangunan di atas pun sedikit mewakili keunikan bangunan yang ada di negeri orang. Menariknya, bangunan khas luar negeri tadi berada di kawasan yang strategis. Jadi kamu bisa cari hotel di Yogyakarta sekaligus.

Jika ingin lebih mudah dan hemat, kamu pun bisa cari hotel di Yogyakarta di reservasi.com untuk mendapatkan penawaran harga terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *