Kesehatan

Mengatasi Rasa Pusing Saat Hamil

Selain kehamilan trimester awal, pusing saat hamil juga dapat terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Pada trimester kedua, pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim memastikan bahwa tubuh memiliki banyak darah dan cairan. Ini meningkatkan tekanan darah, sehingga wanita hamil bisa menderita sakit kepala dan pusing.

Sementara itu, pusing saat hamil trimester ketiga kehamilan mungkin merupakan akibat dari penurunan aliran darah karena penekanan tekanan darah cairan ketuban. Berat bayi Anda akan menekan pembuluh darah di kaki, panggul dan tubuh bagian bawah, terutama ketika wanita hamil berbaring telentang untuk menurunkan tekanan darah mereka.

Pusing selama kehamilan selama periode ini juga dapat terjadi karena suhu tubuh yang sedikit meningkat. Suhu tubuh yang panas sering terjadi selama kehamilan, karena pertumbuhan janin meningkatkan suhu ibu.

Selain gangguan di atas, hal-hal berikut juga dapat menyebabkan pusing selama kehamilan.

  1. Lakukan perubahan posisi terlalu cepat
    Mencintai kursi dan kemudian bangkit. Kondisi ini dapat menyebabkan hipotensi postural, yang tidak cukup waktu untuk mencapai darah di otak karena perubahan posisi yang terlalu cepat.
  2. Berbaring terlalu lama
    Wanita hamil yang berbaring terlalu lama juga bisa pusing. Ca. Satu dari 10 wanita hamil mengalami hal ini karena tekanan darah rendah di dalam tubuh.
  3. Kadar Gula darah rendah
    Pusing selama kehamilan juga dialami oleh banyak wanita hamil yang tidak memiliki asupan makanan, sehingga kadar gula darahnya rendah. Waktu cenderung terjadi, biasanya sekitar sore hari.
  4. Anemia
    Rasa sakit akibat anemia selama kehamilan karena rendahnya jumlah zat besi dalam tubuh dapat menyebabkan pusing selama kehamilan.

Meskipun pusing dianggap normal selama kehamilan, banyak tindakan dapat diambil untuk mengatasinya atau setidaknya menguranginya.

  1. Makanlah secara teratur
    Makan teratur diharapkan menjaga kadar gula darah stabil. Idealnya, wanita hamil makan dalam porsi kecil, tetapi sering. Hindari permen yang dapat meningkatkan kadar gula dengan segera, tetapi hanya untuk waktu yang singkat, dan kemudian kadar gula turun secara dramatis. Almond, pisang, dan kue kering asin cukup aman dan portabel untuk mempertahankan asupan makanan reguler dan kadar gula darah yang stabil.
  2. Minum banyak air putih
    Cukup cairan tubuh dengan konsumsi air. Hindari minuman dengan kafein seperti teh, kopi, dan minuman bersoda, yang akan mendorong wanita hamil untuk terus buang air kecil.
  3. Konsumsi makanan kaya zat besi
    Zat besi yang cukup mencegah wanita hamil dari anemia. Makan sumber makanan kaya zat besi seperti daging merah tanpa lemak, daging unggas, kacang-kacangan dan kubis. Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen zat besi, pastikan Anda mencari saran medis.
  4. Kenakan pakaian longgar yang nyaman
    Pakaian yang longgar dan nyaman mencegah wanita hamil dari menjadi hangat dan terlalu banyak suhu tubuh. Jika masih terasa lebih kecil, minumlah air dan gunakan kipas angin untuk mendinginkan tubuh.
  5. Rajin bergerak
    Bergerak untuk memulai sirkulasi darah. Jika tugas ini bertahan lama, posisi sering berubah atau berganti-ganti menggunakan kaki yang digunakan sebagai pendukung. Meski pekerjaan kehamilan lebih banyak, lakukan sesekali agar sirkulasi darah berjalan lancar. Jangan duduk dengan kaki bersilang karena hal ini dapat meningkatkan risiko pembekuan darah di pembuluh darah di kaki.
  6. Jangan mandi dengan air hangat
    Mandi dengan air pada suhu kamar. Jika Anda merasa pusing saat mandi, lakukan perlahan atau minta bantuan orang lain. Hindari menggunakan spa atau jacuzzi karena dapat meningkatkan suhu tubuh dan tidak aman untuk wanita hamil.
  7. Berhenti merokok
    Berhenti merokok selama kehamilan adalah tindakan yang sangat masuk akal. Selain berbahaya bagi janin dalam kandungan, asap rokok juga bisa menyebabkan pusing selama kehamilan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *